Assalamualaikum Wr Wb
Ceria Islam Kembali dengan Membawa sebuah tema pembahasan baru untuk meng-Update Tauhid kita pada Allah SWT,
Selamat mengikuti semoga Bermanfaat.
Allah ‘azza wa jalla berfirman dalam Quran Surat Ibrahim:27 yang artinya:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki” (QS. Ibrahim: 27)
Makna ‘ucapan yang teguh’ dalam ayat ini adalah dua kalimat Syahadat yang dipahami dan diamalkan dengan benar, sebagaimana yang ditafsirkan sendiri oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya (jilid 4, hal. 1735):
Dari Baro’ bin ‘Azib rodhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “seorang muslim ketika dia ditanya (diuji) di dalam kuburnya (oleh malaikat Munkar dan Nakir) maka dia akan bersaksi bahwa ‘tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah’ (لا إله إلا الله) dan ‘Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah’ (محمد رسول الله), itulah makna Firman-Nya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”.
Teguh/Kuatnya Syahadat seorang muslim adalah sebagai benteng fondasi awal dalam beragama Islam.., artinya Apabila syahadat kita "lemah" ( tidak menancap dalam hati dan membekas dalam kehidupan sehari-hari ) maka Aqidah kita itupun patut dipertanyakan..,???? kekuatan dari pada syahadat kita dijaman sekarang ini sangat riskan untuk disimpangkan dan dihancurkan oleh orang2 yang membenci agama indah Islam ini., tidak ada kata lain melainkan kita harus selalu mengUpdate Syahadat kita dengan memahami dua kalimat syahadat tersebut dan memperdalam pengetahuan kita tentang ilmu agama Islam ini secara Istiqomah.
Garis besar dari konsekuensi Syahadat kita adalah MENYATAKAN TIDAK ADA ILAH kecuali ALLAH SWT dan NABI MUHAMMAD ADALAH RASUL YANG DIUTUS-NYA. Tiada Ilah kecuali Allah artinya hanya Allahlah Tuhan yang patut untuk disembah dan yang lain bukan tuhan dan tidak patut untuk disembah.!!
maka konsekuensi lain yang harus diterima dari syahadat ini adalah Hanya Agama Islamlah yang benar dan yang lain Harus Salah,!! persoalan kemudian agama lain mengkleim agamanya yang benar adalah urusan dia. sebagai seorang muslim harus memiliki Aqidah Ketauhidan yang kuat dan tidak bertoleransi dalam urusan Agama.
Selanjutnya sebagai perwujudan diri kita sebagai hamba Allah swt, maka taat terhadap perintahNYA dan Menjauhi larangannya adalah sebuah kewajiban., dengan catatan menjalankan seluruh amalan ibadahnya sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan segenap kemampuannya.,
dalam bahasa lain adalah Bertaqwa pada Allah SWT,, dimanapun kita berada..,
Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Alloh di mana pun kamu berada, iringilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergaulilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik.” (HR Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits ini hasan. Dalam naskah lainnya dikatakan, hadits ini hasan shohih)
TAKWALLOH
Makna takwalloh (takwa kepada Alloh) adalah membuat perisai antara dirinya dengan azab dan murka Alloh, baik di dunia ataupun di akhirat. Dan perisai yang paling asasi adalah menegakkan tauhidulloh.
Perintah untuk bertakwa ditujukan kepada 3 sasaran, yaitu:
1. Ditujukan kepada seluruh manusia, maka takwa di sini maknanya adalah menunaikan tauhid dan membersihkan dari syirik.
2. Ditujukan kepada kaum mukminin, maka takwa di sini maknanya adalah melaksanakan ketaatan kepada Alloh berdasarkan petunjuk Alloh dan meninggalkan kemaksiatan kepada Alloh berdasarkan petunjuk Alloh.
3. Ditujukan kepada seseorang yang sudah bertakwa, maka perintah takwa di sini maknanya adalah perintah untuk melestarikan ketakwaannya.
Ruang lingkup Takwalloh meliputi seluruh tempat dan waktu, artinya di manapun dan kapan pun berada serta dalam kondisi apapun terkena kewajiban takwalloh. Dengan demikian, sifat takwalloh berbeda-beda sesuai dengan tempat, waktu dan keadaannya.
Kebajikan Menghapus Keburukan
Kebajikan adalah sesuatu yang mendatangkan pahala, dan keburukan adalah sesuatu yang mendatangkan dosa atau siksa. Kebajikan yang dapat menghapus keburukan ada 2 tingkatan, yaitu:
1. Melakukan kebajikan dengan niat untuk menghapus keburukan. Jika melakukan kebajikan dengan niat menghapus keburukan maka sudah terkandung di dalamnya penyesalan dan taubat atas kejelekannya.
2. Melakukan kebajikan tanpa adanya niat menghapus keburukan. Kebajikan seperti ini secara umum akan menghapuskan kejelekannya sesuai dengan kadarnya masing-masing. Derajat yang ke-2 ini lebih rendah dibanding derajat yang pertama.
HUSNUL KHULUQ
Husnul Khuluq adalah banyak berderma, tidak menyakiti dan berwajah ceria. Inilah tafsir Husnul Khuluq kepada sesama manusia. Seseorang mendapatkan Husnul Khuluq secara thobi’í atau hasil usaha. Seseorang yang melakukan Husnul Khuluq sebagai hasil dari jerih payahnya lebih besar pahalanya dibanding dengan yang melakukan karena sudah tabiatnya. Karena kaidah menyatakan, “Jika sesuatu diwajibkan oleh syariat maka yang lebih mendapatkan kesulitan dalam pelaksanaannya lebih besar pahalanya. Berbeda dengan apabila sesuatu itu disunahkan, maka tidak secara otomatis yang lebih mendapatkan kesulitan, lebih besar pahalanya.”
Semoga Allah SWT memudahkan perjalanan hidup singkat kita didunia ini dengan Iman dan Aqidah yang kuat,, sehingga kita dapat kembali kepadaNYA dalam keadaan yang Baik sebagaimana sebelum kita dilahirkan dulu..., Amiiin ya Rabbal'Alamina...
Salam Senyum Dan Sapa Untuk Ikhwanifillah... ^_^
CERIA ISLAM Blog ini bertujuan Dakwah Islam,, untuk berbagi Ilmu, Iman dan memperkuat Ukhuwah Islamiyah., membuat keceriaan dan penyegaran terhadap hal-hal yang dituduhkan negatif pada Ajaran dan Agama Islam, sekaligus mengajak untuk berpikir secara objektif dan luas. semoga Allah menjaga dan melindungi kita Semua.., Amiin ya Rabbal Alamin., .CERIA-ISLAM. By : AYICK ALFARIZIQ
Kamis, 12 Mei 2011
Sabtu, 30 April 2011
SYUKUR NIKMAT TANDA HIDUP BAHAGIA
Assalamualaikum.Wr Wb
Kali ini ceria islam mengangkat materi dakwah tentang SYUKUR NIKMAT..,
Berawal dari beberapa pertanyaan yang mendasar dan biasa dialami oleh banyak muslim khususnya diIndonesia.., diantaranya adalah :
1. Saya selalu bersyukur terhadap apa yang diberika oleh Allah SWT??
(Dalam Kenyataan, sering mengeluh dan tidak merasa cukup dengan apa yang diperoleh).
2. Dalam Sholat saya berdoa agar diberikan banyak rezki (berupa uang dll), kemudian selalu saya akhiri dengan kalimat Alhamdulillahirabbil'alamin.., ini adalah bukti rasa syukur saya pada Allah??
(Dalam Kenyataan waktunya banyak dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan materiil keduniawian.., sholat sering terlambat (Sholat Dhuhur set.3, Sholat Ashar jam.17.15 dst) bahkan tak jarang sampai melewati batas waktu.!!
3. Sebagai wujud rasa syukur saya, saya mengadakan acara tasyakuran, tahlil dan Yasinan.?? ( Dalam kenyataan, kehidupan sehari-hari diliputi dengan masalah-masalah urusan uang-/utang-/pertengkaran-/emosional bahkan penghinaan pada rekan bisnis, saudara sendiri/keluarga, tidak peduli dengan lingkungan karena motif uang (keuntungan), bahkan sekelas Kyaipun dianggap tdk sepaham dan beda aliran karena berceramah tentang Sifat Qonaah dan Keutamaan kehidupan Akhirat..??!! dst).
dan masih banyak lagi pertanyaan dan pernyataan yang tidak sesuai dengan kesehariaannya..,
Mari kita bahas pertanyaan-pertanyaan tersebut., secara singkat saja tapi jelas, tidak muluk-muluk dan lugas.
Bersyukur kepada Allah SWT tidak hanya dilakukan dengan lisan saya.!!! melainkan dengan perbuatan dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari. Lantas apakah salah bila kita mengucapkan rasa Syukur dengan lisan kita?? Jelas Jawabnya TIDAK SALAH., tetapi ikhwanifillah yang perlu diketahui dan dipahami lebih mendalam adalah bagaimana kita mengetahui hakikat dari rasa syukur itu sendiri. Bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah.., dengan lisan adalah sebagai wujud pengakuan kita pada Allah SWT sebagi pemberi segala nikmat dan anugerah., tetapi apakah setelah itu selesai??? Jawabnya juga TIDAK., perwujudan rasa syukur harus nampak pada perbuatan dan perilaku kita dalam keseharian,
Nabi Muhammad Saw. pun bersabda,
Allah senang melihat bekas (bukti) nikmat-Nya dalam
penampilan hamba-Nya (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)
artinya hamba yang mendapat nikmat tersebut mewujudkan rasa syukurnya dengan membawa manfaat pada yang lain seperti dengan Peduli pada fakir-miskin, anak-anak terlantar, dakwah dll,, hal ini adalah kata penampilan sebagimana dimaksud nabi Muhammad dalam sabdanya tsb lebih dekat pada perbuatan dan perilakunya..,
Bila kita masih mengeluh dan tidak merasa puas dengan apa yang diperoleh dari usahanya, maka tanyakan kembali pada diri Antum, Apakah benar aku telah ikhlas dan bersyukur??? lantas kenapa aku masih mengeluh dan tidak merasa cukup?????
Padahal dalam Al-Quran secara tegas menyatakan bahwa manfaat syukur kembali kepada orang yang bersyukur, sedang Allah Swt. sama sekali tidak memperoleh bahkan tidak membutuhkan sedikit pun dari syukur makhluk-Nya.
Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia
bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan
barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka
sesungguhnya Tuhanku Mahakaya (tidak membutuhkan
sesuatu) lagi Mahamulia (QS An-Naml [27]: 40)
Selanjutnya mewujudkan rasa Syukur dengan mengadakan acara Tasyakuran, Tahlil dan Yasinan, Apa Salah.., Jawabnya TIDAK SALAH, dengan Niat bersyukur, acara yang dikonsep sesuai syariat sebagaimana tuntunan nabi Muhammad SAW, Kalimat Agung Lailahailallah dan Ayat2 suci Al-Quran dalam surat Yasin dst..,
sebagai catatan yang perlu diketahui adalah segala perwujudan dari rasa syukur kita haruslah dilakukan dengan NIAT yang IKHLAS dan ITIBA' RASUL..,
lantas setelah pengadakan acara demikian juga selesai begitu saja.?? kemudian melakukan acara yang serupa dalam beberapa waktu kedepan dan seterusnya berUlang-ulang..,
Hal-hal yang perlu ditekankan adalah Bahwah ALLAH SWT pada dasarnya tidak memerlukan Pujian-pujian syukur padaNYA.., karena DIAlah TUHAN yang Tiada Tuhan Selain DIA, sekalipun seluruh manusia tidak ada yang mau bersyukur dan sujud padaNYA.., IA akan tetap menjadi TUHAN yang Maha Esa dan Kuasa.,
tapi barang siapa bersyukur kepada Allah maka Akan ditambah Nikmatnya.., artinya semua akan kembali kepada Hamba yang bersyukur tersebut.., dapat nampak dari perbuatannya perilakunya dan kata-katanya.., dijauhkan dari segala masalah dan dianugerahi dengan kebahagian dalam hidupnya,, bahagia dalam keluarga yang Sakinah mawadah warahmah. Ketenangan dan kesejukan dalam rumah tangga, lingkungan yang baik dan menyenangkan dan usaha yang lancar. Subhanallah.,
Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula
kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu
mengingkari (nikmat)-Ku (QS Al-Baqarah [2]: 152)
Kali ini ceria islam mengangkat materi dakwah tentang SYUKUR NIKMAT..,
Berawal dari beberapa pertanyaan yang mendasar dan biasa dialami oleh banyak muslim khususnya diIndonesia.., diantaranya adalah :
1. Saya selalu bersyukur terhadap apa yang diberika oleh Allah SWT??
(Dalam Kenyataan, sering mengeluh dan tidak merasa cukup dengan apa yang diperoleh).
2. Dalam Sholat saya berdoa agar diberikan banyak rezki (berupa uang dll), kemudian selalu saya akhiri dengan kalimat Alhamdulillahirabbil'alamin.., ini adalah bukti rasa syukur saya pada Allah??
(Dalam Kenyataan waktunya banyak dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan materiil keduniawian.., sholat sering terlambat (Sholat Dhuhur set.3, Sholat Ashar jam.17.15 dst) bahkan tak jarang sampai melewati batas waktu.!!
3. Sebagai wujud rasa syukur saya, saya mengadakan acara tasyakuran, tahlil dan Yasinan.?? ( Dalam kenyataan, kehidupan sehari-hari diliputi dengan masalah-masalah urusan uang-/utang-/pertengkaran-/emosional bahkan penghinaan pada rekan bisnis, saudara sendiri/keluarga, tidak peduli dengan lingkungan karena motif uang (keuntungan), bahkan sekelas Kyaipun dianggap tdk sepaham dan beda aliran karena berceramah tentang Sifat Qonaah dan Keutamaan kehidupan Akhirat..??!! dst).
dan masih banyak lagi pertanyaan dan pernyataan yang tidak sesuai dengan kesehariaannya..,
Mari kita bahas pertanyaan-pertanyaan tersebut., secara singkat saja tapi jelas, tidak muluk-muluk dan lugas.
Bersyukur kepada Allah SWT tidak hanya dilakukan dengan lisan saya.!!! melainkan dengan perbuatan dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari. Lantas apakah salah bila kita mengucapkan rasa Syukur dengan lisan kita?? Jelas Jawabnya TIDAK SALAH., tetapi ikhwanifillah yang perlu diketahui dan dipahami lebih mendalam adalah bagaimana kita mengetahui hakikat dari rasa syukur itu sendiri. Bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah.., dengan lisan adalah sebagai wujud pengakuan kita pada Allah SWT sebagi pemberi segala nikmat dan anugerah., tetapi apakah setelah itu selesai??? Jawabnya juga TIDAK., perwujudan rasa syukur harus nampak pada perbuatan dan perilaku kita dalam keseharian,
Nabi Muhammad Saw. pun bersabda,
Allah senang melihat bekas (bukti) nikmat-Nya dalam
penampilan hamba-Nya (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi)
artinya hamba yang mendapat nikmat tersebut mewujudkan rasa syukurnya dengan membawa manfaat pada yang lain seperti dengan Peduli pada fakir-miskin, anak-anak terlantar, dakwah dll,, hal ini adalah kata penampilan sebagimana dimaksud nabi Muhammad dalam sabdanya tsb lebih dekat pada perbuatan dan perilakunya..,
Bila kita masih mengeluh dan tidak merasa puas dengan apa yang diperoleh dari usahanya, maka tanyakan kembali pada diri Antum, Apakah benar aku telah ikhlas dan bersyukur??? lantas kenapa aku masih mengeluh dan tidak merasa cukup?????
Padahal dalam Al-Quran secara tegas menyatakan bahwa manfaat syukur kembali kepada orang yang bersyukur, sedang Allah Swt. sama sekali tidak memperoleh bahkan tidak membutuhkan sedikit pun dari syukur makhluk-Nya.
Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia
bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan
barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka
sesungguhnya Tuhanku Mahakaya (tidak membutuhkan
sesuatu) lagi Mahamulia (QS An-Naml [27]: 40)
Selanjutnya mewujudkan rasa Syukur dengan mengadakan acara Tasyakuran, Tahlil dan Yasinan, Apa Salah.., Jawabnya TIDAK SALAH, dengan Niat bersyukur, acara yang dikonsep sesuai syariat sebagaimana tuntunan nabi Muhammad SAW, Kalimat Agung Lailahailallah dan Ayat2 suci Al-Quran dalam surat Yasin dst..,
sebagai catatan yang perlu diketahui adalah segala perwujudan dari rasa syukur kita haruslah dilakukan dengan NIAT yang IKHLAS dan ITIBA' RASUL..,
lantas setelah pengadakan acara demikian juga selesai begitu saja.?? kemudian melakukan acara yang serupa dalam beberapa waktu kedepan dan seterusnya berUlang-ulang..,
Hal-hal yang perlu ditekankan adalah Bahwah ALLAH SWT pada dasarnya tidak memerlukan Pujian-pujian syukur padaNYA.., karena DIAlah TUHAN yang Tiada Tuhan Selain DIA, sekalipun seluruh manusia tidak ada yang mau bersyukur dan sujud padaNYA.., IA akan tetap menjadi TUHAN yang Maha Esa dan Kuasa.,
tapi barang siapa bersyukur kepada Allah maka Akan ditambah Nikmatnya.., artinya semua akan kembali kepada Hamba yang bersyukur tersebut.., dapat nampak dari perbuatannya perilakunya dan kata-katanya.., dijauhkan dari segala masalah dan dianugerahi dengan kebahagian dalam hidupnya,, bahagia dalam keluarga yang Sakinah mawadah warahmah. Ketenangan dan kesejukan dalam rumah tangga, lingkungan yang baik dan menyenangkan dan usaha yang lancar. Subhanallah.,
Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula
kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu
mengingkari (nikmat)-Ku (QS Al-Baqarah [2]: 152)
Kamis, 21 April 2011
USAHA DENGAN IMAN
Manusia Hanya berusaha.. Allah SWT yang menentukan hasilnya.., Mukmin selalu menjaga hati, perasaan, perbuatan bahkan pemikirannya agar selalu dekat dan taat padaNYA..,
Tiada kesulitan melainkan sesuai dengan kadar kemampuan iman.., Tiada beban melainkan hati yang Ikhlas padaNYA..,
Melangkah dengan penuh keyakinan akan pilihan jalan kebahagiaan hidup, dan cinta yang berbalutkan dengan naungan ridho Ilahi..,
Allahu Ahad..,
Allahu Shomad..,
Lamyalid walam yuulad.., wa lam yakullahu kufuan ahad.,
Al-Islam midinna wabimuhammadur rasulillah..,
Tiada kesulitan melainkan sesuai dengan kadar kemampuan iman.., Tiada beban melainkan hati yang Ikhlas padaNYA..,
Melangkah dengan penuh keyakinan akan pilihan jalan kebahagiaan hidup, dan cinta yang berbalutkan dengan naungan ridho Ilahi..,
Allahu Ahad..,
Allahu Shomad..,
Lamyalid walam yuulad.., wa lam yakullahu kufuan ahad.,
Al-Islam midinna wabimuhammadur rasulillah..,
Minggu, 03 April 2011
PERBUATAN DZALIM
Kezhaliman artinya MELETAKKAN SESUATU BUKAN PADA TEMPATNYA.
Dari Abu Dzar al-Ghifary RA., dari Nabi SAW., dalam apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya ‘Azza Wa Jalla berfirman ;
“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya telah Aku haramkan atas diri-Ku perbuatan zhalim dan Aku jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah kalian saling berbuat zhalim. (Hadits Qudsi).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya perbuatan zhalim itu adalah kegelapan di hari Kiamat.” (HR.al-Bukhary dan Muslim)
Dalam sabda yang lain, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan mengulur-ulur bagi pelaku kezhaliman hingga bila Dia menyiksanya, Dia tidak akan membuatnya lolos (dapat menghindar lagi).” (HR.al-Bukhary)
Kezhaliman ada beberapa macam:
a. Zhalim terhadap diri sendiri dan yang paling besarnya adalah berbuat syirik terhadap Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kezhaliman yang besar.” (Luqman:13) Di antaranya lagi adalah melakukan perbuatan maksiat dan berbuat dosa
b. Perbuatan zhalim seorang hamba terhadap orang lain seperti mengambil hak mereka, menyakiti, menggunjing (ghibah), memfitnah, mengadu domba dan membicarakan mereka tanpa hak.
Seorang Muslim hendaknya berhati-hati dalam semua perbuatannya sehingga ia bisa membersihkan dan memperbaikinya. Semuanya sudah diperhitungkan atasnya, dicatat di dalam lembaran amal-amalnya baik kecil mau pun besar. Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya,. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula.” (QS.az-Zalzalah:7-8)
Hendaknya seorang Muslim menghitung dirinya sendiri di dalam kehidupan ini sebelum dirinya diperhitungkan nanti pada hari Kiamat yang karenanya dia akan mencela dirinya sendiri, mencercanya, menyesali namun penyesalan yang tiada guna.
Umar bin al-Khaththab RA berkata, “Hitunglah dirimu sebelum dirmu diperhitungkan dan timbanglah ia sebelum dirimu ditimbang dan bersiap-siaplah untuk Hari ‘al-‘Ardl al-Akbar’ (sidang terbesar terhadap kaum Mukminin pada hari Kiamat).” (HR.at-Turmudzy secara mu’allaq. Ibn Katsir berkata, “Di dalam Musnad ‘Umar terhadap atsar yang masyhur namun terdapat Inqithaa’ (terputus pada sanadnya)”. Wallahu a’lam
Dari Abu Dzar al-Ghifary RA., dari Nabi SAW., dalam apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya ‘Azza Wa Jalla berfirman ;
“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya telah Aku haramkan atas diri-Ku perbuatan zhalim dan Aku jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah kalian saling berbuat zhalim. (Hadits Qudsi).
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya perbuatan zhalim itu adalah kegelapan di hari Kiamat.” (HR.al-Bukhary dan Muslim)
Dalam sabda yang lain, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan mengulur-ulur bagi pelaku kezhaliman hingga bila Dia menyiksanya, Dia tidak akan membuatnya lolos (dapat menghindar lagi).” (HR.al-Bukhary)
Kezhaliman ada beberapa macam:
a. Zhalim terhadap diri sendiri dan yang paling besarnya adalah berbuat syirik terhadap Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya kesyirikan itu adalah kezhaliman yang besar.” (Luqman:13) Di antaranya lagi adalah melakukan perbuatan maksiat dan berbuat dosa
b. Perbuatan zhalim seorang hamba terhadap orang lain seperti mengambil hak mereka, menyakiti, menggunjing (ghibah), memfitnah, mengadu domba dan membicarakan mereka tanpa hak.
Seorang Muslim hendaknya berhati-hati dalam semua perbuatannya sehingga ia bisa membersihkan dan memperbaikinya. Semuanya sudah diperhitungkan atasnya, dicatat di dalam lembaran amal-amalnya baik kecil mau pun besar. Allah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya,. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula.” (QS.az-Zalzalah:7-8)
Hendaknya seorang Muslim menghitung dirinya sendiri di dalam kehidupan ini sebelum dirinya diperhitungkan nanti pada hari Kiamat yang karenanya dia akan mencela dirinya sendiri, mencercanya, menyesali namun penyesalan yang tiada guna.
Umar bin al-Khaththab RA berkata, “Hitunglah dirimu sebelum dirmu diperhitungkan dan timbanglah ia sebelum dirimu ditimbang dan bersiap-siaplah untuk Hari ‘al-‘Ardl al-Akbar’ (sidang terbesar terhadap kaum Mukminin pada hari Kiamat).” (HR.at-Turmudzy secara mu’allaq. Ibn Katsir berkata, “Di dalam Musnad ‘Umar terhadap atsar yang masyhur namun terdapat Inqithaa’ (terputus pada sanadnya)”. Wallahu a’lam
Jumat, 01 April 2011
CAHAYA ISLAM
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” – (Surah At-Taubah :129)
Adakalanya manusia tak mendapatkan apa yang diInginkannya,, padahal ia sangat menginginkannya,, berusaha secara maksimal dan serius, tapi hasilnya tak sesuai dengan yang diharapkan.., Apakah anda pernah mengalami ini??
Bila Jawaban Ada adalah 'YA'., maka simaklah kajian singkat berikut ini;
...Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah 216)
Berkeluh-kesah pada apa yang telah kita usahakan karena tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan adalah sebuah tindakan yang sia-sia dan buruk., sebaliknya berHuz-nudzon pada takdir Allah swt adalah tindakan orang-orang beriman dan bertaqwa. sesungguhnya Allah menyimpan sesuatu yang sangat berarti dan besar untuk kebaikan hamba-hambaNYA,, selalu memberikan yang terbaik dan sesuai dengan kemampuan kita. Bersabar dan beristiqomah adalah jalan yang baik, penuh dengan KeRidhoannya. dalam sebuah hadits qudsi, ada peringatan tegas kepada orang-orang yang merasa beriman apabila ia tidak mau bersabar dalam menerima ujian dan cobaan dari Allah swt:
"Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku." (HR. Bukhari dan Muslim).
Tegas dan sangat jelas.,, marilah kita memperbanyak istiqfar dan muhashobah diri, sehingga kita mengetahui kenapa semua itu terjadi. manusia hanya bisa berdoa, berusaha diinringi doa dan berdoa lagi diAkhir usaha seraya berserah diri pada Allah swt, karena DIAlah yang maha kuasa menentukan dan memutuskan dengan sebaik-baiknya putusan.
Ketahuilah bahwa Allah menjanjikan Surga bagi hamba-hambanya yang bersabar, sebagaimana dalam sebuah hadits qudsi;
” Jika hamba-Ku diuji dengan (dicabutnya) nikmat dua buah benda yang dicintainya, kemudian ia bersabar, maka Aku akan menggantikan kedua benda tersebut dengan surga ,” (Hr Bukhari).
Maka ikhwanifillah.., bersabar dalam berikhtiar, berdoa dengan tawakal, seraya selalu berserah diri pada Allah swt akan membuat perjalanan hidup kita didunia ini menjadi tenang dan indah..,
jangan sampai urusan dunia membutakan mata hati kita, apalagi sampai kita lalai dalam mengingatNYA.., IHSAN.,
Jalanilah perjalanan hidupmu dengan rasa bahagia dan tawakalalallah.., berikhtiar dengan konsepa iman dan taqwa, agar kita selamat fidunnya wal akhirat. amiiin
Bila Jawaban Ada adalah 'YA'., maka simaklah kajian singkat berikut ini;
...Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian. Allah Maha mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah 216)
Berkeluh-kesah pada apa yang telah kita usahakan karena tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan adalah sebuah tindakan yang sia-sia dan buruk., sebaliknya berHuz-nudzon pada takdir Allah swt adalah tindakan orang-orang beriman dan bertaqwa. sesungguhnya Allah menyimpan sesuatu yang sangat berarti dan besar untuk kebaikan hamba-hambaNYA,, selalu memberikan yang terbaik dan sesuai dengan kemampuan kita. Bersabar dan beristiqomah adalah jalan yang baik, penuh dengan KeRidhoannya. dalam sebuah hadits qudsi, ada peringatan tegas kepada orang-orang yang merasa beriman apabila ia tidak mau bersabar dalam menerima ujian dan cobaan dari Allah swt:
"Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku." (HR. Bukhari dan Muslim).
Tegas dan sangat jelas.,, marilah kita memperbanyak istiqfar dan muhashobah diri, sehingga kita mengetahui kenapa semua itu terjadi. manusia hanya bisa berdoa, berusaha diinringi doa dan berdoa lagi diAkhir usaha seraya berserah diri pada Allah swt, karena DIAlah yang maha kuasa menentukan dan memutuskan dengan sebaik-baiknya putusan.
Ketahuilah bahwa Allah menjanjikan Surga bagi hamba-hambanya yang bersabar, sebagaimana dalam sebuah hadits qudsi;
” Jika hamba-Ku diuji dengan (dicabutnya) nikmat dua buah benda yang dicintainya, kemudian ia bersabar, maka Aku akan menggantikan kedua benda tersebut dengan surga ,” (Hr Bukhari).
Maka ikhwanifillah.., bersabar dalam berikhtiar, berdoa dengan tawakal, seraya selalu berserah diri pada Allah swt akan membuat perjalanan hidup kita didunia ini menjadi tenang dan indah..,
jangan sampai urusan dunia membutakan mata hati kita, apalagi sampai kita lalai dalam mengingatNYA.., IHSAN.,
Jalanilah perjalanan hidupmu dengan rasa bahagia dan tawakalalallah.., berikhtiar dengan konsepa iman dan taqwa, agar kita selamat fidunnya wal akhirat. amiiin
Rabu, 23 Maret 2011
CINTA ALLAH SWT PADA HAMBA-HAMBA_NYA
Yaa Allah., sesungguhnya hati hamba_MU ini mudah sekali terhasut oleh syaiton.., padahal hamba tahu, bahwa semua itu hanyalah ujian kecil buat hamba dalam menjalani hidup di dunia ini.., ada kala bahagia... ada kala bersedih.., semua selalu mengandung hikmah yang besar dan mendalam.., yang terkakadang hamba baru menyadari belakangan..,
Yaa Allah hamba berserah diri pada_MU atas segala urusan yang telah hamba usahakan.., ampunilah hamba dan mudahkalah perjalanan hidup hamba.., kuatkan hati ini dengan kesabaran dan keImanan yang tangguh..., cinta yang Engkau berikan pada hamba sangatlah besar dan penuh kenyataan.,, tapi hamba sering lalai.., maafkanlah hamba dan rahmatilah hamba.., Allahu Akbar wa Laqaula wala khuata ilabillah..,
TIADA TUHAN YANG LAYAK DISEMBAH MELAINKAN ENGKAU YA ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH RASUL UTASAN_MU..,
I LOVE ALLAH SWT AND MUHAMMAD SAW
Yaa Allah hamba berserah diri pada_MU atas segala urusan yang telah hamba usahakan.., ampunilah hamba dan mudahkalah perjalanan hidup hamba.., kuatkan hati ini dengan kesabaran dan keImanan yang tangguh..., cinta yang Engkau berikan pada hamba sangatlah besar dan penuh kenyataan.,, tapi hamba sering lalai.., maafkanlah hamba dan rahmatilah hamba.., Allahu Akbar wa Laqaula wala khuata ilabillah..,
TIADA TUHAN YANG LAYAK DISEMBAH MELAINKAN ENGKAU YA ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ADALAH RASUL UTASAN_MU..,
I LOVE ALLAH SWT AND MUHAMMAD SAW
Langganan:
Postingan (Atom)

