Senin, 22 Agustus 2011

Cinta Orangtua pada Anak

CINTAILAH ANAK

Assalamualaikum wr wb.

Cintailah anak-anakmu dan penuhilah haknya, Memberikan kasih-sayang, rasa bahagia karena diperhatikan, Pandidikan Perlakuan yang adil, dan Berikanlah ia makanan yang Halal lagi baik
( Halalan Toyyibah ).

Sabda Rasulullah SAW,
Cintailah anak-anak dan kasih sayangilah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki. (HR. Ath-Thahawi).

Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist tersebut menerangkan akan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak, dengan memberikan Cinta dan Kasih sayang yang tulus pada mereka. Memberikan perlakuan yang adil dan baik kepada mereka. Serta memenuhi janji-janji bila kita berjanji pada mereka, karena janji adalah hutang.

Pembaca yang budiman, Penulis menjumpai beberapa kejadian nyata dalam kehidupan kita tentang Cinta Orang Tua Kepada Anaknya., Dua Cerita yang akan penulis paparkan pada kesempatan ini.
YANG PERTAMA, adalah Cinta Orang tua kepada anak yang Tulus Ikhlas karena Mereka sadar akan amanah yang diberikan oleh Allah swt pada mereka, penulis gambarkan dalam sebuah cerita sebagai berikut :

Suatu Ketika ada Sebuah Pohon yang besar lagi rindang, berbuah banyak dan ada seorang anak bermain dibawah pohon itu., Pohon itupun senang melihat anak itu bermain dengan riang dan gembira, ditengah teriknya matahari, pohon itu memberikan kerindangan pada si anak itu agar bisa tetap bermain dengan Ceria, hingga suatu saat anak itu tak lagi datang bermain dibawah pohon itu, Pohon itupun sedih dan tetap menunggu, Bertanya dan Berdoa pada Allah, dimanakah anak itu sekarang berada ?? aku ingin dia berada disini dan bermain lagi bersamaku.
Hingga Suatu saat datanglah seorang yang telah dewasa menghampiri pohon itu, Ia duduk bersandar dan tampak wajah kusam dan lelah darinya, Ternyata orang dewasa itu adalah anak yang dulu bermain bersamanya, Pohon itupun mengenalinya, seraya berkata wahai anak bermainlah lagi disini, anak itu menjawab “Aku sekarang sudah dewasa dan tidak bisa bermain seperti itu lagi”, Sedihlah Pohon itu, Pohonpun bertanya, kenapa engkau kusam dan tampak letih wahai anak?? “Anak itu menjawab”Aku lelah dalam mencari Uang, kehidupan sekarang bgt Keras” Pohon itu berkata “kalau begitu ambillah buahku wahai anak” kemudian juallah kamu akan memperoleh Uang dari itu” diambillah buah-buahan dari pohon itu sampai habis,, dan anak itupun pergi.
Hingga suatu hari ia kembali kepohon itu, dengan keadaan Lelah dan Tak bersemangat, Bertanyalah pohon “Wahai anak ada apa lagi denganmu, kenapa engkau begitu lemah dan tak bersemangat” bermainlah dibawahku lagi agar engkau ceria” anak itu menjawab “Sekali lagi kehidupan membuatku seperti ini, aku sudah berkeluarga dan mereka harus aku nafkahi, sedang kehidupan bgt keras sampai aku seperti ini” Pohon Berkata “Ambillah Dahan-dahanku, Gunakanlah untuk memenuhi kebutuhan Istri dan Anakmu” diambillah seluruh dahan dari pohon itu, anak itupun pergi.

Tak lama anak itupun datang lagi dengan keadaan tak jauh beda dengan ketika ia datang sebelumnya, Bertanyalah pohon itu, “Knap engkau wahai anak??” ayo.. bermain bersamaku lagi”, “Tidak” jawab si anak, aku ingin istirahat disini, Beratnya hidup membuatku lelah begini, sedang keluargaku membutuhkanku” Pohon berkata “Kamu telah mengambil Buah dan dahan-dahanku, sekarang tinggal Tubuhku, ambillah gunakan kayu (tubuhku) untuk memenuhi kebutuhan keluargamu” ditebanglah pohon itu hingga meninggalkan satu jengkal batang saja pada akarnya” anak itu pun pergi”

Ternyata tak lama anak itupun datang kembali, dan pohonpun menyambutnya dengan senang, “wahai anak bagaimana keadaanmu”? Aku sekarang sudah tidak memiliki apa-apa, engkau telah mengambil semuanya', bermainlah bersamaku”, anak itu berkata “kedatanganku hanya untuk menghabiskan sisi hidupku disini” meninggallah si anak itu dibahwa pohon itu.

Pembaca yang budiman, tahukah siapa Pohon itu, ? Dialah Orang tua kita.! yang selalu menyayagi tanpa pamrih dan Ikhlas dalam mencintai kita, ia korbankan semuanya untuk kebahagiaan anaknya., karena kebahagiaan anak adalah kebahagiaan orangtua.
Maha Suci Allah.., yang telah menanamkan rasa cinta.

Selanjutnya cerita YANG KEDUA ini, penulis tidak memaparkan secara panjang, melainkan hanya sepintas saja, tapi insyaAllah mudah dipahami,

Ketika kita masih bayi, begitu sayangnya orangtua kita pada kita, nampak keIkhlasan dalam merawat kita, memberika apa yang kita minta, memberikan rasa hangat pada keluarga hingga kita kadang tak mampu berpisah lama dengan mereka. Sebagaimana do’a yang selalu kita panjatkan “Allahummaqfirli waliwalidayya warhamhuma kamarobayanishoghiro” Ya Allah sayangilah kedua orang tuaku sabagaimana mereka menyanyangiku sewaktu kecil.



Tapi kali ini penulis memberikan cerita fakta dari sisi yang berbeda dari cerita sebelumnya.
Memang benar tidak dipungkiri orangtua telah berkorban banyak pada anak-anaknya, baik tenaga harta, pikiran dan sebagainya, tapi ternyata penulis menjumpai ada Orangtua yang cintanya hanya pada masa kecil saja, ketika anak sudah beranjak dewasa, ada orangtua yang minta untuk anaknya mengganti semua harta yang sudah dikeluarkan oleh orangtua itu, masya’Allah... sehingga anak itupun mengalami Shock “Kaget” karena pernyataan orangtuanya itu, mungkin hal ini dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yang sulit, Seorang Ibu tega memukuli anaknya hingga berdarah, layaknya Tentara memukuli Seorang Maling, Astaqfirullah., anak itupun mengalami tekanan bathin hingga depresi dan merasa sendiri dalam hidupnya setelah kejadian itu, ternyata kejadian itu tidak cukup, bahkan seorang anak yang baru bisa membantu dengan memberi sedikit uang kepada orang tuanya, tidak dihargai sama sekali, bahkan dikatakan tidak berguna dan tidak mengurangi beban sedikitpun.!! Astaqfirullah... Semoga Allah mengampuni. Terjadi lagi setelah kejadian itu, anak diminta untuk menulis sebuah pernyataan yang sebenarnya penulis menganggap ini tidak layak, untuk dilakukan, yang kurang lebih pernyataan itu demikian “Saya berjanji tidak akan nakal lagi., dan akan belajar dengan baik, bila tidak maka ALLAH AKAN MENGADZAB SAYA..” masya’Allah, penulis membacanya saja sangat berat dan tercengang., seorang ibu tega menyuruh anaknya membuat pernyataan seperti ini, hanya karena Nilai rapor anaknya turun.. lantas dimanakah Kasih sayang seorang ibu dulu semasa kecil.?!!!
Padahal Allah swt telah mengingatkan pada Orangtua bahwa anak adalah sebuah amanah sekaligus ujian bagi orangtuanya, yang harus disikapi dengan bijak dan penuh perhatian, dengan memberikan pendidikan dan pembinaan yang baik.
Allah swt berfirman dalam surat At Thagaabun, ayat 15 :

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan dari sisi Allah-lah pahala yang besar ( tQS.64:15 ).

Allah swt menjanjikan pahala yang sangat besar apabila Orangtua sabar dalam membina dan mendidik anaknya.,

Pembaca yang budiman fakta ini cukup membuat penulis Terheran dan Tercengang ternyata kejadian seperti ini ada, penulis memahami bahwa awal dari permasalah seperti ini adalah karena Tekanan hidup dan permasalahan materiil yang dikejar.!! Peribadatan kepada Allah swt sering dilalaikan atau dilakukan hanya karena memenuhi kewajiban semata, tidak merasakan nikmatnya beribadah kepada Allah swt. sehingga mengalami masalah yang rumit lagi sempit, Padahal Allah swt telah menjamin Rizki dan memberikan Solusi hidup didunia ini, sebagaimana Firman Allah swt dalam sebuah hadits qudsi, yang berbunyi :
"Hai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadits qudsi ini Allah swt dengan tegas menyatakan Imbalan dari beribadah kepada Allah swt, memberikan kekayaan sampai memenuhi dada ( sangat banyak ), sekaligus Allah swt mengIngatkan dengan ancamannya pada orang-orang yang lalai, akan disibukkan dengan urusan dunia ( pekerjaan ) dan kemelaratan. Kemelaratan ini tidak hanya hanya dari kekurangan harta tapi juga kemelaratan Iman, yang membawa pada kehidupan yang Sulit lagi jauh dari hidayah Allah swt, apalagi untuk menggapai kehidupan keluarga yang Sakinah mawadah warahmah.
Mari kita mengambil pelajaran dan hikmah dari ini semua., seraya berdoa agar keluarga kita tidak mengalami hal seperti itu. Amiiin.

Pesan yang ingin penulis sampaikan adalah bahwa dalam mendidik dan membina anak yang paling utama adalah KETELADANAN. Praktik dalam kehidupan dengan memberikan contoh-contoh yang baik yang menghantarkan anak menjadi anak yang cerdas lagi berakhlak mulia, Insya’Allah.

Dan sebagai penutup materi ini penulis sampaikan Firman Allah swt. Dalam surat Muhammad ayat 36, yang berbunyi:
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (t.QS 47:36)

WaAllahu alambishowab.,
Wassalamualaikum wr wb

Rabu, 17 Agustus 2011

Cinta Sejati

Ayat - Ayat Cinta



“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
[t.QS. Ali ‘Imraan: 31]

Jika hendak diartikan secara harfiah, Ayat-Ayat Cinta berarti Tanda-Tanda Cinta. “Tanda-tanda cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”, makna inilah yang hendak kami angkat sebagai titik sentral kajian Tafsir kita kali ini. Menilik fenomena belakangan ini, dimana kaum muslimin seolah kehilangan figur sejati untuk dicintai. Mereka berbondong-bondong mengidolakan tokoh fiktif novel ketimbang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, teladan sejati –yang riil (nyata)- bagi kaum muslimin dalam hal cinta dan ketulusan

Tafsir Ayat

Dikisahkan oleh Imam al-Baghawi dalam tafsirnya Ma’aalimut Tanziil (1/341. Cet. Daar Thoyyibah 1423 H), bahwa ayat ini turun ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam berkata kepada kafir Quraisy yang tengah bersujud menyembah berhala (simbol tokoh-tokoh wafat yang dikeramatkan); “Wahai segenap kaum Quraisy! Sungguh kalian telah menyalahi agama Bapak kalian, Ibrahim dan Isma’il”. Kafir Quraisy lantas menjawab: “Kami menyembah berhala itu semata-mata cinta kepada Allah, agar mereka (tokoh-tokoh wafat yang dikeramatkan itu) mendekatkan kami kepada Allah”. Maka Allah menjawab dengan ayat di atas.

Ulama tafsir yang lain mengaitkan ayat ini sebagai jawaban atas klaim Yahudi dan Nashrani yang mengatakan bahwa merekalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya, sebagaimana yang termaktub dalam (QS. Al-Maa-idah ayat 18): “(Artinya) Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: ‘Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya’….” [lih. Ma’aalimut Tanziil: 1/341]

Terlepas dari latarbelakang turunnya ayat, para ulama tafsir sepakat menjadikan ayat tersebut sebagai “ayat cinta” yang menguji kejujuran dakwaan cinta seorang pecinta kepada yang dicintai (Allah). Sebagaimana diungkapkan oleh Imam Hasan al-Bashri rahimahullaah: “Suatu kaum mengaku cinta kepada Allah, maka Allah menguji mereka dengan ayat ini”. [Tafsir Ibnu Katsir: 2/299, Cet. Daar Ibn Hazm 1419 H]

Betapa indahnya ungkapan Ibnul Qayyim rahimahullaah ketika menafsirkan ayat cinta ini [Raudhatul Muhibbiin: 251. Lih. Badaa-i’ut Tafsiir: 1/498]: “Maka Allah menjadikan ittiba’ (mengikuti) Rasul sebagai bukti kecintaan mereka kepada Allah. Keadaan seorang hamba yang dicintai Allah lebih tinggi dari keadaannya yang mencintai Allah. Permasalahannya bukan pada (pengakuan) cintamu kepada Allah, akan tetapi (apakah) Allah mencintaimu. Maka ketaatan kepada yang dicintai (Allah dan Rasul) adalah bukti cinta kepada-Nya.

Semoga Allah Memahamkan Kita Semua... Amiiin

Rabu, 03 Agustus 2011

Ramadhan Ceria

Assalamualaikum wr wb.,
Alhamdulillahirabbil'alamin.., ceria Islam dapat kembali masih dalam keadaan Iman dan Taqwa, Mencoba berbagi Keceriaan dalam Dakwah dan Materi baru yang InsyaAllah bermanfaat bagi kita semua..,
Sebelumnya Ceria Islam Mengucapkan selamat menjalakn Ibadah Puasa Ramadhan Bagi Setia Muslim yang menjalankannya..., Semoga Bisa Menjadi Amal hitungan besar dan lipat ganda pahala yang didapatkan dan pada akhirnya menjadi insan-insan yang berbudi dan berakhlakul karimah... amiiin.

INDAHNYA RAMADHAN..,
Perintah Berpuasa Ramadhan.,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah: 183)


“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang batil)” (Al-Baqarah: 185).

Bulan Suci Penuh berkah, rahmat dan ampunan.., bulan penebusan dosa dan pelipat gandaan segala amal-ibadah., HANYA untuk Orang2 yang berIman..,
Allah SWT sebagai Tuhan Yang Esa dan KUasa atas segalanya.., telah memberikan Bulan Ramadhan adalah Bukti kecintaanNya pada Hamba2Nya.., menginginkan Hamba2nya dapat memasuki SurgaNya yaitu tepat Asal Manusia... yang kekal dan Indah..,
Ikhwanifillah yang dimuliakan Allah.., Penulis kadang tak mampu mengutarakan betapa Agungnya Kehendak dan KuasaNya... tapi penulis hanya ingin menyampaikan bahwa bulan yang suci ini janganlah sampai terlewatkan begitu saja... karena Andaikan Umat manusia Tahu betapa Mulianya bulan Ramadhan ini maka Setiap Manusia Akan meminta setiap bulannya adalah Bulan Ramadhan Semua..
Begitu Indah dan Mulianya bulan Ini jangan sampai kita kotori dgn perbuatan dan perilaku kita yang kadang kita tak menyadari apa akibat perbuatan kita itu... selalu berbuat kesalahan dan berUlang2..., Hati yang mudah terBolak-balikkan oleh kemewahan dunia dan nafsu yang tiada pernah Puas.. tapi Lihat dan fahamilah apa yang disediakan oleh Allah SWT Tuhan Yang Maha Mulia.. Mengetahui Segalanya yang terjadi dan akan terjadi dikemudian hari... memahami bahwa manusia adalah tempatnya khilaf dan salah.., IA menyediakan bulan Ramadhan ini untuk hambaNya agar kembali Fitrah suci seperti awal dulu dilahirkan,,, bagi yang Ikhlas Menjalankannya... menyediakan Ampunan yang sangat Luas dan Membuka Pintu2 RahmatNya untuk seluruh manusia... Ya Allah begitu sayangnya Engkau pada kami.,,

4 hal yang perlu kita lakukan dalam bulan Ramadhan ini diantaranya adalah:
1.Betaubat pada Allah SWT.
2.Muhashobah ( introspeksi diri ) menghitung2 kesalahan sendiri dan menyadari akan segala kekurangan dan kelemahan kita selama ini, untuk menjadi lebih baik dari hari2 sebelumnya.
3.Muroqobah ( merasa diawasi Allah ), setiap langkah dan perbuatan kita selalu merasa ada Allah bersama kita, dan DIAlah yang maha tahu bahkan isi hati seorang Hamba.
4.Jihadu Fisabilillah, Berjihad , bersungguh-sungguh dalam menjalakna syariat dan menegakkan Agama Allah SWT, mengAplikasikan dalan Keseharian hidup.

Ikhwanifillah yang dimulikan Allah dari 4 hal itu Cabangnya sangat Luas sekali.. dinatar hikam berpuasa adalah :
1.Melatih kesabaran kita.. dari yang biasa menuruti segala keinginan dan kemauan menjadi terkontrol dan memilih sesuatu yang bermanfaat saja dan sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya, sabar dalam menjalani hidup dan sabar dalam menahan segala keinginan.
2.Menjaga hati aagar selalu Ikhlas, dalam menjalankan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya..., sungguh ada hikmah yang sangat besar dibalik semua itu.
3.Menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian pada Fakir miskin dan orang2 yang membutuhkan.

Semoga Allah senantiasa membimbing dan menujukkan jalan kemudahan dalam menjalakn segala perintah dan menjauhi laranganNya... Amiiin..,
dan Penulis Memohon Maaf atas segala khilaf dan salah,, apabila ada yang kurang berkenan selama ini.,

Salam Iman dan GOOOOOO SYARIAT....
Wassalamualaikum wr wb

Jumat, 24 Juni 2011

4 Perkara Jahiliyah yang terbawa oleh umat

Dari Abu Malik Al Al Asy'arii menceritakan bahwa Nabi saw brsabda: Ada empat perkara pada umatku yang dibawa dari masa jahiliyah, mereka belum bisa meninggalkannya, yaitu:
1.Bangga terhadap kemuliaan leluhurnya,
2.Mencela Nasab,
3.Mempercayai turunnya hujan melalui perantara bintang-bintang, dan
4.Meratap mayit ( niyahah ) ( HR Muslim ).

yang pertama Membanggakan Leluhur/Keluarganya.. contoh : Seperti banyak orang bilang keturunan darah biru ( Pejabat, Orang terpandang, Tokoh dst ) mungkin memang benar bahwa leluhurnya adalah orang "hebat" tapi kemulian seseorang tidak dilihat dari leluhurnya tapi dari Ketaqwaannya pada Allah SWT.
Kedua, Mencela Nasab ( Keturunan )... mencari jodoh dari keturunannya... hal ini masih sering terjadi pada lingkungan kita.. hanya karena beda Silsilah budaya, Keluarga bukan dr orang terpandang atau berpendidikan tinggi bahkan hitungan kelahiran atau weton yang dianggap beda Kasta.. sejoli yang ingin melangsungkan pernikahan dihalang-halangi.
Ketiga, Percaya turunnya hujan melalui perantara bintang... hal ini adalah perbuatan Syirik.! masih banyak juga masyarakat kita yang mempercayai hal ini.. bahkan melakukan ritual yang tidak jelas jluntrungannya... seperi membakar padi ditengah sawah, dan menusukkan cabai pada lidi untuk menangkal hujan dst...
ke.Empat.. Meratapi Mayit,, termasuk dalam perbuatan Niyahah..,yang dilarang oleh agama..., berkumpul-kumpul dalam rumah orang yg meninggal , setelah dimakamkannya jenazah juga dilarang.. apalagi menghidangkan Makanan..., karena banyak mudhorotny... terkesan seperti pesta kecil dalam Suasana duka... masya'Allah... bila mereka mengatahuinya... pasti mereka akan meninggalknnya...

Semoga Bermanfaat

Kamis, 16 Juni 2011

Jujur sama dengan Juara ( J = J )

Pentingnya berkata Jujur dalam Kehidupan sehari hari kita adalah wujud dari Keistiqomahan di Jalan Kebenaran..,

Setiap perbuatan selalu menimbulkan reaksi, termasuk berkata Jujur.., Baik Reaksi Positif atau bahkan negatif. Berkata dan Berbuat Jujur pada Jaman sekarang ini akan menuai banyak sandungan dalam Hidup,,, apalagi bila sudah manyangkut masalah Industri dan Politik Kekuasaan...,!!!

tetapi lihatlah Rasulullah saw... sang Pemimpin sejati bagi umat manusia.., bergelar al amin.., menjadi Pemenang atau Juara karena Kejujurannya..., dipercaya Kawan maupun Lawan.., Luar Biasa..,
Menjadikannya Suri tauladan bagi kehidupan...

Yuuk Gelorakan Semangat Kejujuran dalam Hidup..,

Rabu, 15 Juni 2011

Kata Mutiara Ceria

By: Ayick Alfariziq

01. Bersikaplah Rendah Hati pada Orang lain dan Bertuturkatalah yang benar ( jujur ) dan Berperilaku baiklah pada sesama, karena semua itu akan membuatmu menjadi manusia yang dihormati dan didengarkan banyak orang.

02. Jangan berbicara melebihi pesan, Jangan berbicara mengurangi amanah, dan Jangan bertindak melebihi keladziman, karena semua itu akan membuat keadaan Jauh lebih buruk dan Membuatmu dipandang rendah oleh orang lain.

03. Bila Kamu dalam kondisi terdesak atau disudutkan orang, maka berikanlah senyuman dan katakanlah "maaf bila ada yang kurang berkenan" karena itu akan mampu membuatmu keluar dari Tekanan dan menyelamatkanmu dari diRendahkan orang.

Kamis, 12 Mei 2011

MUTIARA TAUHID ( Aqidah yang Tangguh )

Assalamualaikum Wr Wb
Ceria Islam Kembali dengan Membawa sebuah tema pembahasan baru untuk meng-Update Tauhid kita pada Allah SWT,
Selamat mengikuti semoga Bermanfaat.

Allah ‘azza wa jalla berfirman dalam Quran Surat Ibrahim:27 yang artinya:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ‘ucapan yang teguh’ dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki” (QS. Ibrahim: 27)

Makna ‘ucapan yang teguh’ dalam ayat ini adalah dua kalimat Syahadat yang dipahami dan diamalkan dengan benar, sebagaimana yang ditafsirkan sendiri oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya (jilid 4, hal. 1735):
Dari Baro’ bin ‘Azib rodhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “seorang muslim ketika dia ditanya (diuji) di dalam kuburnya (oleh malaikat Munkar dan Nakir) maka dia akan bersaksi bahwa ‘tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah’ (لا إله إلا الله) dan ‘Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah’ (محمد رسول الله), itulah makna Firman-Nya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”.

Teguh/Kuatnya Syahadat seorang muslim adalah sebagai benteng fondasi awal dalam beragama Islam.., artinya Apabila syahadat kita "lemah" ( tidak menancap dalam hati dan membekas dalam kehidupan sehari-hari ) maka Aqidah kita itupun patut dipertanyakan..,???? kekuatan dari pada syahadat kita dijaman sekarang ini sangat riskan untuk disimpangkan dan dihancurkan oleh orang2 yang membenci agama indah Islam ini., tidak ada kata lain melainkan kita harus selalu mengUpdate Syahadat kita dengan memahami dua kalimat syahadat tersebut dan memperdalam pengetahuan kita tentang ilmu agama Islam ini secara Istiqomah.

Garis besar dari konsekuensi Syahadat kita adalah MENYATAKAN TIDAK ADA ILAH kecuali ALLAH SWT dan NABI MUHAMMAD ADALAH RASUL YANG DIUTUS-NYA. Tiada Ilah kecuali Allah artinya hanya Allahlah Tuhan yang patut untuk disembah dan yang lain bukan tuhan dan tidak patut untuk disembah.!!
maka konsekuensi lain yang harus diterima dari syahadat ini adalah Hanya Agama Islamlah yang benar dan yang lain Harus Salah,!! persoalan kemudian agama lain mengkleim agamanya yang benar adalah urusan dia. sebagai seorang muslim harus memiliki Aqidah Ketauhidan yang kuat dan tidak bertoleransi dalam urusan Agama.

Selanjutnya sebagai perwujudan diri kita sebagai hamba Allah swt, maka taat terhadap perintahNYA dan Menjauhi larangannya adalah sebuah kewajiban., dengan catatan menjalankan seluruh amalan ibadahnya sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan segenap kemampuannya.,
dalam bahasa lain adalah Bertaqwa pada Allah SWT,, dimanapun kita berada..,

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdirrahman Mu’adz bin Jabal rodhiallohu ‘anhu, bahwa Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bertakwalah kamu kepada Alloh di mana pun kamu berada, iringilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya dan pergaulilah semua manusia dengan budi pekerti yang baik.” (HR Tirmidzi. Ia berkata, “Hadits ini hasan. Dalam naskah lainnya dikatakan, hadits ini hasan shohih)

TAKWALLOH
Makna takwalloh (takwa kepada Alloh) adalah membuat perisai antara dirinya dengan azab dan murka Alloh, baik di dunia ataupun di akhirat. Dan perisai yang paling asasi adalah menegakkan tauhidulloh.
Perintah untuk bertakwa ditujukan kepada 3 sasaran, yaitu:
1. Ditujukan kepada seluruh manusia, maka takwa di sini maknanya adalah menunaikan tauhid dan membersihkan dari syirik.
2. Ditujukan kepada kaum mukminin, maka takwa di sini maknanya adalah melaksanakan ketaatan kepada Alloh berdasarkan petunjuk Alloh dan meninggalkan kemaksiatan kepada Alloh berdasarkan petunjuk Alloh.
3. Ditujukan kepada seseorang yang sudah bertakwa, maka perintah takwa di sini maknanya adalah perintah untuk melestarikan ketakwaannya.
Ruang lingkup Takwalloh meliputi seluruh tempat dan waktu, artinya di manapun dan kapan pun berada serta dalam kondisi apapun terkena kewajiban takwalloh. Dengan demikian, sifat takwalloh berbeda-beda sesuai dengan tempat, waktu dan keadaannya.
Kebajikan Menghapus Keburukan
Kebajikan adalah sesuatu yang mendatangkan pahala, dan keburukan adalah sesuatu yang mendatangkan dosa atau siksa. Kebajikan yang dapat menghapus keburukan ada 2 tingkatan, yaitu:
1. Melakukan kebajikan dengan niat untuk menghapus keburukan. Jika melakukan kebajikan dengan niat menghapus keburukan maka sudah terkandung di dalamnya penyesalan dan taubat atas kejelekannya.
2. Melakukan kebajikan tanpa adanya niat menghapus keburukan. Kebajikan seperti ini secara umum akan menghapuskan kejelekannya sesuai dengan kadarnya masing-masing. Derajat yang ke-2 ini lebih rendah dibanding derajat yang pertama.
HUSNUL KHULUQ
Husnul Khuluq adalah banyak berderma, tidak menyakiti dan berwajah ceria. Inilah tafsir Husnul Khuluq kepada sesama manusia. Seseorang mendapatkan Husnul Khuluq secara thobi’í atau hasil usaha. Seseorang yang melakukan Husnul Khuluq sebagai hasil dari jerih payahnya lebih besar pahalanya dibanding dengan yang melakukan karena sudah tabiatnya. Karena kaidah menyatakan, “Jika sesuatu diwajibkan oleh syariat maka yang lebih mendapatkan kesulitan dalam pelaksanaannya lebih besar pahalanya. Berbeda dengan apabila sesuatu itu disunahkan, maka tidak secara otomatis yang lebih mendapatkan kesulitan, lebih besar pahalanya.”

Semoga Allah SWT memudahkan perjalanan hidup singkat kita didunia ini dengan Iman dan Aqidah yang kuat,, sehingga kita dapat kembali kepadaNYA dalam keadaan yang Baik sebagaimana sebelum kita dilahirkan dulu..., Amiiin ya Rabbal'Alamina...
Salam Senyum Dan Sapa Untuk Ikhwanifillah... ^_^