Senin, 22 Agustus 2011

Cinta Orangtua pada Anak

CINTAILAH ANAK

Assalamualaikum wr wb.

Cintailah anak-anakmu dan penuhilah haknya, Memberikan kasih-sayang, rasa bahagia karena diperhatikan, Pandidikan Perlakuan yang adil, dan Berikanlah ia makanan yang Halal lagi baik
( Halalan Toyyibah ).

Sabda Rasulullah SAW,
Cintailah anak-anak dan kasih sayangilah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki. (HR. Ath-Thahawi).

Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist tersebut menerangkan akan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak, dengan memberikan Cinta dan Kasih sayang yang tulus pada mereka. Memberikan perlakuan yang adil dan baik kepada mereka. Serta memenuhi janji-janji bila kita berjanji pada mereka, karena janji adalah hutang.

Pembaca yang budiman, Penulis menjumpai beberapa kejadian nyata dalam kehidupan kita tentang Cinta Orang Tua Kepada Anaknya., Dua Cerita yang akan penulis paparkan pada kesempatan ini.
YANG PERTAMA, adalah Cinta Orang tua kepada anak yang Tulus Ikhlas karena Mereka sadar akan amanah yang diberikan oleh Allah swt pada mereka, penulis gambarkan dalam sebuah cerita sebagai berikut :

Suatu Ketika ada Sebuah Pohon yang besar lagi rindang, berbuah banyak dan ada seorang anak bermain dibawah pohon itu., Pohon itupun senang melihat anak itu bermain dengan riang dan gembira, ditengah teriknya matahari, pohon itu memberikan kerindangan pada si anak itu agar bisa tetap bermain dengan Ceria, hingga suatu saat anak itu tak lagi datang bermain dibawah pohon itu, Pohon itupun sedih dan tetap menunggu, Bertanya dan Berdoa pada Allah, dimanakah anak itu sekarang berada ?? aku ingin dia berada disini dan bermain lagi bersamaku.
Hingga Suatu saat datanglah seorang yang telah dewasa menghampiri pohon itu, Ia duduk bersandar dan tampak wajah kusam dan lelah darinya, Ternyata orang dewasa itu adalah anak yang dulu bermain bersamanya, Pohon itupun mengenalinya, seraya berkata wahai anak bermainlah lagi disini, anak itu menjawab “Aku sekarang sudah dewasa dan tidak bisa bermain seperti itu lagi”, Sedihlah Pohon itu, Pohonpun bertanya, kenapa engkau kusam dan tampak letih wahai anak?? “Anak itu menjawab”Aku lelah dalam mencari Uang, kehidupan sekarang bgt Keras” Pohon itu berkata “kalau begitu ambillah buahku wahai anak” kemudian juallah kamu akan memperoleh Uang dari itu” diambillah buah-buahan dari pohon itu sampai habis,, dan anak itupun pergi.
Hingga suatu hari ia kembali kepohon itu, dengan keadaan Lelah dan Tak bersemangat, Bertanyalah pohon “Wahai anak ada apa lagi denganmu, kenapa engkau begitu lemah dan tak bersemangat” bermainlah dibawahku lagi agar engkau ceria” anak itu menjawab “Sekali lagi kehidupan membuatku seperti ini, aku sudah berkeluarga dan mereka harus aku nafkahi, sedang kehidupan bgt keras sampai aku seperti ini” Pohon Berkata “Ambillah Dahan-dahanku, Gunakanlah untuk memenuhi kebutuhan Istri dan Anakmu” diambillah seluruh dahan dari pohon itu, anak itupun pergi.

Tak lama anak itupun datang lagi dengan keadaan tak jauh beda dengan ketika ia datang sebelumnya, Bertanyalah pohon itu, “Knap engkau wahai anak??” ayo.. bermain bersamaku lagi”, “Tidak” jawab si anak, aku ingin istirahat disini, Beratnya hidup membuatku lelah begini, sedang keluargaku membutuhkanku” Pohon berkata “Kamu telah mengambil Buah dan dahan-dahanku, sekarang tinggal Tubuhku, ambillah gunakan kayu (tubuhku) untuk memenuhi kebutuhan keluargamu” ditebanglah pohon itu hingga meninggalkan satu jengkal batang saja pada akarnya” anak itu pun pergi”

Ternyata tak lama anak itupun datang kembali, dan pohonpun menyambutnya dengan senang, “wahai anak bagaimana keadaanmu”? Aku sekarang sudah tidak memiliki apa-apa, engkau telah mengambil semuanya', bermainlah bersamaku”, anak itu berkata “kedatanganku hanya untuk menghabiskan sisi hidupku disini” meninggallah si anak itu dibahwa pohon itu.

Pembaca yang budiman, tahukah siapa Pohon itu, ? Dialah Orang tua kita.! yang selalu menyayagi tanpa pamrih dan Ikhlas dalam mencintai kita, ia korbankan semuanya untuk kebahagiaan anaknya., karena kebahagiaan anak adalah kebahagiaan orangtua.
Maha Suci Allah.., yang telah menanamkan rasa cinta.

Selanjutnya cerita YANG KEDUA ini, penulis tidak memaparkan secara panjang, melainkan hanya sepintas saja, tapi insyaAllah mudah dipahami,

Ketika kita masih bayi, begitu sayangnya orangtua kita pada kita, nampak keIkhlasan dalam merawat kita, memberika apa yang kita minta, memberikan rasa hangat pada keluarga hingga kita kadang tak mampu berpisah lama dengan mereka. Sebagaimana do’a yang selalu kita panjatkan “Allahummaqfirli waliwalidayya warhamhuma kamarobayanishoghiro” Ya Allah sayangilah kedua orang tuaku sabagaimana mereka menyanyangiku sewaktu kecil.



Tapi kali ini penulis memberikan cerita fakta dari sisi yang berbeda dari cerita sebelumnya.
Memang benar tidak dipungkiri orangtua telah berkorban banyak pada anak-anaknya, baik tenaga harta, pikiran dan sebagainya, tapi ternyata penulis menjumpai ada Orangtua yang cintanya hanya pada masa kecil saja, ketika anak sudah beranjak dewasa, ada orangtua yang minta untuk anaknya mengganti semua harta yang sudah dikeluarkan oleh orangtua itu, masya’Allah... sehingga anak itupun mengalami Shock “Kaget” karena pernyataan orangtuanya itu, mungkin hal ini dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yang sulit, Seorang Ibu tega memukuli anaknya hingga berdarah, layaknya Tentara memukuli Seorang Maling, Astaqfirullah., anak itupun mengalami tekanan bathin hingga depresi dan merasa sendiri dalam hidupnya setelah kejadian itu, ternyata kejadian itu tidak cukup, bahkan seorang anak yang baru bisa membantu dengan memberi sedikit uang kepada orang tuanya, tidak dihargai sama sekali, bahkan dikatakan tidak berguna dan tidak mengurangi beban sedikitpun.!! Astaqfirullah... Semoga Allah mengampuni. Terjadi lagi setelah kejadian itu, anak diminta untuk menulis sebuah pernyataan yang sebenarnya penulis menganggap ini tidak layak, untuk dilakukan, yang kurang lebih pernyataan itu demikian “Saya berjanji tidak akan nakal lagi., dan akan belajar dengan baik, bila tidak maka ALLAH AKAN MENGADZAB SAYA..” masya’Allah, penulis membacanya saja sangat berat dan tercengang., seorang ibu tega menyuruh anaknya membuat pernyataan seperti ini, hanya karena Nilai rapor anaknya turun.. lantas dimanakah Kasih sayang seorang ibu dulu semasa kecil.?!!!
Padahal Allah swt telah mengingatkan pada Orangtua bahwa anak adalah sebuah amanah sekaligus ujian bagi orangtuanya, yang harus disikapi dengan bijak dan penuh perhatian, dengan memberikan pendidikan dan pembinaan yang baik.
Allah swt berfirman dalam surat At Thagaabun, ayat 15 :

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan dari sisi Allah-lah pahala yang besar ( tQS.64:15 ).

Allah swt menjanjikan pahala yang sangat besar apabila Orangtua sabar dalam membina dan mendidik anaknya.,

Pembaca yang budiman fakta ini cukup membuat penulis Terheran dan Tercengang ternyata kejadian seperti ini ada, penulis memahami bahwa awal dari permasalah seperti ini adalah karena Tekanan hidup dan permasalahan materiil yang dikejar.!! Peribadatan kepada Allah swt sering dilalaikan atau dilakukan hanya karena memenuhi kewajiban semata, tidak merasakan nikmatnya beribadah kepada Allah swt. sehingga mengalami masalah yang rumit lagi sempit, Padahal Allah swt telah menjamin Rizki dan memberikan Solusi hidup didunia ini, sebagaimana Firman Allah swt dalam sebuah hadits qudsi, yang berbunyi :
"Hai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadits qudsi ini Allah swt dengan tegas menyatakan Imbalan dari beribadah kepada Allah swt, memberikan kekayaan sampai memenuhi dada ( sangat banyak ), sekaligus Allah swt mengIngatkan dengan ancamannya pada orang-orang yang lalai, akan disibukkan dengan urusan dunia ( pekerjaan ) dan kemelaratan. Kemelaratan ini tidak hanya hanya dari kekurangan harta tapi juga kemelaratan Iman, yang membawa pada kehidupan yang Sulit lagi jauh dari hidayah Allah swt, apalagi untuk menggapai kehidupan keluarga yang Sakinah mawadah warahmah.
Mari kita mengambil pelajaran dan hikmah dari ini semua., seraya berdoa agar keluarga kita tidak mengalami hal seperti itu. Amiiin.

Pesan yang ingin penulis sampaikan adalah bahwa dalam mendidik dan membina anak yang paling utama adalah KETELADANAN. Praktik dalam kehidupan dengan memberikan contoh-contoh yang baik yang menghantarkan anak menjadi anak yang cerdas lagi berakhlak mulia, Insya’Allah.

Dan sebagai penutup materi ini penulis sampaikan Firman Allah swt. Dalam surat Muhammad ayat 36, yang berbunyi:
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu. (t.QS 47:36)

WaAllahu alambishowab.,
Wassalamualaikum wr wb

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar